Selamat malam hujan. Selamat malam badai.
Boleh aku sekedar menuang rasa padamu? Melambai tangan
mengibarkan bendera putih kuning abu-abu atau apalah yang dapat melambangkan
rasa ini.
Boleh aku meraung kesakitan padamu? Berjanjilah untuk tidak
menceramahiku atau mengatur apa yang harus aku lakukan. Aku hanya ingin
didengar.
Boleh aku menangis di depanmu? Aku butuh tepukan di
punggungku atau rangkulan hangatmu.
Aku hanya ingin menangis. Memuntahkan sakit hingga
berserakkan. Mengatakan apa yang tertahan. Aku benci pada kebencian. Aku memang
tidak pantas mengatakan apa-apa tapi aku kewalahan. Aku ingin teriakan setiap
kata pada wajahmu malam. Melampiaskan terik raja siang yang tertahan di
cakrawala.
Setelah puas aku mengeluarkan ego ku, tolong hentakkan kata
paling menyakitkan. Maki aku atas nasibku. Tapi tolong jangan ceramahi aku, karna
aku tau, kesakitan yang paling dalam adalah disaat pikiran kita yang menyakiti
diri kita sendiri. Kemudian sejukkan aku dengan angin malam, walau mematikan. Lalu
antar aku kembali pada terik itu, dimana semua akan dilanjutkan.
0 komentar:
Posting Komentar