Ani Silvia's

Nyatanya Ben!!

Leave a Comment

Jika sesampainya kamu bisa mengartikan apa yang pernah kutuliskan. Sstt! Aku tidak ingin sesuatu terjadi setelah itu.

Aku sudah menyerah ben!

Aku sudah lelah ben!

Tinggal sisa-sisa air bercampur debu yang tersimpan. Kamu pikir aku lemah? Semudah itu aku menyerah? Nyatanya aku menahan ini sudah terlalu gerah. Bahkan sebelum aku mengenalmu aku sudah tau, aku jatuh cinta.

Aku terlalu kebal untuk dihantamkan lagi, tapi nyatanya setiap hantaman ku tahan sakitnya. Terus terus dan terus kamu lakukan hal yang sama cuma beda cara. Lalu aku? Tersenyum atas kepuasanmu. Tertatih atas keangkuhanku. Aku pikir aku bisa, aku pikir aku tahan, tapi tahan berbatas waktu ben
.
Setelah aku putuskan, aku menyerah *Memang aku bisa apa? Memang apa yang aku lakukan untuk memperjuangkanmu? Hanya menahan* betapa nanti aku akan merindukan aku, kamu, ini. Padahal cuma kamu yang memandangku dengan sudut berbeda, kamu hanya tau apa yang tidak aku bisa, kamu hanya tau aku adalah keledai. Nyatanya memang aku keledai.

Bukan aku pengecut, aku menyerah setelah semua aman. Tapi nyatanya aku dapat hantaman terkeras yang kamu pecutkan. Kali ini aku lemas, kakiku patah. Aku terlalu murah.

Tapi kamu tidak pernah salah ben, kamu hanya tidak tau dan aku tidak akan pernah menyesal, karna rasa sakit yang paling indah adalah menyayangimu.

Terimakasih atas rasanya.

Biarkan ini tetap dijalanya masing-masing. Kamu dengan jalanmu dan aku dengan jalanku.
Kamu tau? Kadang rasa, pikir, dan kata tidak sejalan.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar