Permainan seperti apalagi yang kamu buat? Untuk kita mainkan
sebagai dua bodoh yang masa bodo. Kamu selalu disampingku sebagai teman, salah,
yang ada aku yang selalu disampingmu sebagai..
Tak banyak batu yang bisa kita pecahkan, tapi nyatanya
banyak batu dapat kita ukir. Tak banyak kemenangan yang kita raih tapi nyatanya
kita hampir meraih mimpi kita. Mimpi-mimpi yang kamu ceritakan saat kita kabur
dalam pelajaran sekolah yang membosankan. Mimpi-mimpimu, bukan mimpi-mimpiku. Kamu
tidak tahu kan? Karna kamu sepertinya tidak peduli beberapa tahun lagi apa aku
masih ada atau tiada.
Hey! Indah-indahmu menyerangku lagi, kamu memang
melindungiku, tapi kamu terus memperbanyak indahmu dan mematikanku. Begitu senangnya
melihatmu tertawa bersama mereka, indah-indahmu. Dan kapaaan aku menjadi salah
satu dari mereka, yang posisinya berbeda dari sekedar teman biasa.
Oh no! apa yang aku pikirkan gila, tapi nyatanya aku jatuh
cinta. Sebenarnya sejak tiga tahun lalu. Tapi aku terlalu malas merasakannya
terlalu dalam, tapi nyatanya aku berkata seperti ini sejak pertama aku sadar,
tiga tahun yang lalu. Bahkan sebelum kita saling kenal, dan aku mengenalmu
lebih dulu, dan nyatanya sampai sekarang kamu tidak pernah benar-benar
mengenalku.
Aku hanya terlalu takut semuanya berubah, manismu tak lagi
dapat ku tahan diam-diam. Takut kita terlalu canggung untuk tertawa bersama
lagi. Takut kamu tidak akan menceritakan hidupmu lagi. Takut kamu terlalu takut
bertindak karna takut melukaiku, padahal aku sudah terbiasa dengan pahit-pahit
yang kamu sayatkan.
Sepertinya aku terlalu lancang untuk menyebutkan “kita” yang
nyatanya kamu tidak pernah benar-benar mengartikan “kita” dalam. Sudahlah,
sepertinya aku akan terus merasakan manis yang kadang kemanisan hingga pahit
ini sampai semua larut dan lama-lama hilang. Kalau ada ya dinikmati, kalau
tidak ada ya nikmati saja hambarnya. Entah kapan hilangnya..
0 komentar:
Posting Komentar