Sudah lewat setengah sebelas malam, mataku belum terpejam. Jangankan
itu, kepalaku saja belum menyentuh bantal. Belum terlalu malam untuk anak zaman
sekarang. Lampu masih benderang hingga esok pagi kalau mau. Tapi otakku sudah
terlalu lelah. Menyusun segalanya yang belum tersentuh. Masih angan tapi sudah
dipikirkan terlalu jauh, padahal belum tentu esok akan berjalan sesuai
rancangan. Paling-paling nanti dipikirkan lagi dari awal. Ya begitu siklusnya
untuk bulan ini. Penuh dengan tugas, jadwal kegiatan di luar mata kuliah,
masalah pertemanan, masalah keluarga dan masalah pribadi dalam kurung ehem
hati. Mungkin kata beberapa orang-orang di luar sana jadwal ini belum terlalu
padat, setidaknya masih bisa makan dan tidur. Ya, mungkin bagi kalian seperti
itu, tapi aku yakin kalian pun pernah berpikir seperti ini di fase ini. Hanya saja
lebih dulu hidup dan lebih dulu melewatinya. Aku kan hanya ingin dilihat
seperti manusia pada umumnya, menangis, tertawa, mengeluh pada waktunya.
Kadang aku berpikir aku sendirian. Tak ada ucapan kata
semangat datang atau rangkulan hangat lengan orang terdekat. Tapi semakin ke
depan aku semakin sadar, bukan begini lagi caranya mereka menunjukkan dukungan.
Bukan bermanis-manis kata tapi berjalan seiringan, memuji bila diperlukan,
mencaci tanpa meninggalkan.
Aku hanya seorang wanita biasa, dengan langkah yang tidak
terlalu besar namun ingin memberikan yang terbaik. Dengan langkah yang tidak
terlalu besar namun ingin mencapai banyak hal. Aku hanya ingin berguna untuk
orang lain tanpa mengacuhkan diriku sendiri. Aku tidak ingin hanya duduk
bersandar sambil bermain handphone pintar atau kelekaran sambil menonton film
gratisan atau hanya mendengarkan lagu kesukaan sambil menikmati cemilan. Aku ingin
bergerak, tapi langkah kaki ku tidak terlalu besar. Jadi tolong hargai aku
sebagai sebatas aku, maka aku akan mencoba melangkah melewati batas ku.
0 komentar:
Posting Komentar