Ani Silvia's

and the different ...

Leave a Comment


Manusia diciptain berbeda. Beda secara fisik, mental, hati, dan pikiran. Kayanya semua orang udah tau tentang itu, tapi kenapa mereka selalu memaksakan untuk satu pikiran atau satu perasaan *eh. Padahal beda itu yang bikin kita sejalan. Padahal beda itu bikin kita lebih berpikir. Padahal beda itu lebih punya konflik yang nantinya jadi cerita. Dan padahal beda itu yang nantinya kita rindukan setelah semuanya sama.
Ada 2 tipe orang di konteks ini. Pertama adalah orang yang ga mau nunjukin perbedaannya, kedua orang yang terang-terangan nunjukin perbedaannya. Yang pertama, orang ini selalu bilang “iya! Iya! Ih samaaa!!” padahal dia ga berpikir seperti itu. Sikapnya itu pasti punya alesan, bisa karna dia takut ga punya temen karna dia beda, bisa karna gengsi karna mayoritas orang berpikir seperti itu sedangkan dia enggak, juga bisa karna dia males ngungkit sesuatu yang panjang urusannya kalau dia sampe berpikiran beda, dan masih banyak bisa karna – bisa karna yang lain. Kedua, orang ini selalu nyatain pendapat dia kalo misalnya dia beda pikiran. Bagus ini, tapi kadang orang kaya gini juga harus berpikir buat ‘yaudahlah’ kita aja boleh punya pikiran beda gini, kita juga harus bisa nerima pendapat orang lain, jangan malah kokoh dan ngotot sama pendapat sendiri dan orang lain dipaksain untuk punya satu pikiran.
Jangan sampe kita pake topeng dengan tulisan “iya!sama!” itu bakal nyiksa rasa nyaman kita di dalam lingkungan itu. Lagian lingkungan yang baik itu ya nerima kita apa adanya, dengan bagaimana cara pikir kita, dan mereka pastinya harus saling menghargai. Tapi juga jangan terlalu melepas kulit wajah sampe semua pikiran kita keliatan. Kontrol emosi dan belajar menghargai. Etika kita dituntut disini, jangan sampai salah omong.
Sampaikan pendapat anda dan “yaudahlah”. Cari jalan tengah atau biarkan ditepi masing-masing, sesuai kebutuhan aja.
Ini pendapatku, apa pendapatmu?
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar