Manusia diciptain berbeda. Beda secara fisik, mental, hati,
dan pikiran. Kayanya semua orang udah tau tentang itu, tapi kenapa mereka
selalu memaksakan untuk satu pikiran atau satu perasaan *eh. Padahal beda itu
yang bikin kita sejalan. Padahal beda itu bikin kita lebih berpikir. Padahal
beda itu lebih punya konflik yang nantinya jadi cerita. Dan padahal beda itu
yang nantinya kita rindukan setelah semuanya sama.
Ada 2 tipe orang di konteks ini. Pertama adalah orang yang
ga mau nunjukin perbedaannya, kedua orang yang terang-terangan nunjukin
perbedaannya. Yang pertama, orang ini selalu bilang “iya! Iya! Ih samaaa!!”
padahal dia ga berpikir seperti itu. Sikapnya itu pasti punya alesan, bisa
karna dia takut ga punya temen karna dia beda, bisa karna gengsi karna
mayoritas orang berpikir seperti itu sedangkan dia enggak, juga bisa karna dia
males ngungkit sesuatu yang panjang urusannya kalau dia sampe berpikiran beda,
dan masih banyak bisa karna – bisa karna yang lain. Kedua, orang ini selalu
nyatain pendapat dia kalo misalnya dia beda pikiran. Bagus ini, tapi kadang
orang kaya gini juga harus berpikir buat ‘yaudahlah’ kita aja boleh punya
pikiran beda gini, kita juga harus bisa nerima pendapat orang lain, jangan
malah kokoh dan ngotot sama pendapat sendiri dan orang lain dipaksain untuk
punya satu pikiran.
Jangan sampe kita pake topeng dengan tulisan “iya!sama!” itu
bakal nyiksa rasa nyaman kita di dalam lingkungan itu. Lagian lingkungan yang
baik itu ya nerima kita apa adanya, dengan bagaimana cara pikir kita, dan
mereka pastinya harus saling menghargai. Tapi juga jangan terlalu melepas kulit
wajah sampe semua pikiran kita keliatan. Kontrol emosi dan belajar menghargai.
Etika kita dituntut disini, jangan sampai salah omong.
Sampaikan pendapat anda dan “yaudahlah”. Cari jalan tengah
atau biarkan ditepi masing-masing, sesuai kebutuhan aja.
Ini pendapatku, apa pendapatmu?
0 komentar:
Posting Komentar