Ani Silvia's

sajak-sajakan

Leave a Comment

Jika aku sang jalang berlari menerkammu merobek dadamu dan memakan hatimu, apa yakin aku dapatkan makananku selama 40 hari? Jika aku membumbuimu dengan rempah kare yang sedikit pedas, apa yakin aku dapatkan makananku selama 40 hari? Aku hanya seorang kutu menyebar virus ketika hanya aku sendirian. Aku mencari jalan keluar agar kelak ku temukan kau dan aku berpura-pura mati agar kau menciumku. Aku mematahkan khayalku lagi dengan beberapa gumpalan benang yang ujungnya hilang.

Kau tau bagaimana rasanya jatuh? Tapi ini aneh, aku merasa sakit tapi ada banyak kegelian yang aneh. Belum aku bangun dari jatuhku aku dapatkan tawa kecil dan beberapa syahwat yang hampir membutakanku. Tapiiii ini aneh. Aku selalu berfikir ladang tandus itu taman, mendung itu cerah, bangkai itu adalah burung berkicau. Belum, aku belum bangun dari jatuhku. Rasanya tidak ingin bangun.

Aku bukan pujangga kawan. Syairku berserakan. Huruf-hurufku tertera begitu saja, seiring rasaku. Aku malu untuk membukanya, membacanya kembalipun aku merasa sedikit jijik. Syairku sebentuk rasaku.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar