Entah dari mana aku memulai, tapi aku selalu memulai padahal aku tau akhirnya seperti apa. Itu tentang perasaan, tentang kasih sayang. Aku selalu seperti ini terjebak karna hanya satu pihak. Sedikit menyesal karna mempunyai perasaan lebih, aku tidak suka itu karna hanya akan menyiksa waktu dan pikiranku saja. Dan kamu buat itu sempurna seperti apa yang aku alami sebelumnya berkali kali. Bagaimana kau rancang ini tanpa celah padahal kita baru berjabat salam kenal. Kamu seseorang yang hebat hingga aku bisa masuk daripada semua ini. Mungkin bukan kamu yang merancang atau mungkin tidak tahu sama sekali, tapi kamu telah buat semua menjadi bagian yang paling aku benci. Menyayangimu.
Selalu perasaanku yang akan ku salahkan. Tuhan tolong, aku ingin berhenti memikirkannya, ingin berhenti peduli dengan apa yang ia lakukan. Tapi mengapa Kau kunci semua ini seolah ini memang jalanku. Tapi kenapa? Aku tak ingin tersiksa lagi oleh keadaan.
Hei kamu! Lepas aku! Biarkan aku menjalani hidupku dengan normal tanpa memikirkanmu. Aku lelah. Aku tau bukan kau yang mengikatku, tapi aku terlalu jenuh untuk selalu menyalahkan perasaanku, maka izinkan aku menyalahkanmu. Tidak penting siapa yang salah aku hanya ingin lepas dari semua ini karena aku tau hanya aku yang punya dan kamu? Aku tau hanya aku.
0 komentar:
Posting Komentar