Siapa sangka aku terjatuh pada hati
yang lapang tanpa tanda. Tanpa rencana. Kamu menuangnya dengan sederhana. Sempurna.
Menyentuhku dengan lembut bahkan dengan bayang kasat mata. Mempersilahkanku
masuk tanpa paksa. Memberiku ruang untuk berjalan seiringan. Menunggu ragu
hilang dan beranjak dari sudut ruangan. Terimakasih telah bertahan. Berjanjilah
untuk tetap bertahan.